Pelatihan dan Sertifikasi Training of Trainer Level 6

Sekarang ini pasar bebas sudah mulai dibuka sehingga persaingan kerja antar tenaga kerja yang berada pada negara-negara dibawah naungan ASEAN yang sudah mentandatangani dan menyetujui dengan adanya pasar bebas menjadi semakin ketat. Karena dengan adanya pasar bebas ini tenaga kerja asing mampu bebas meniti karir pada negara-negara yang menyetujui adanya pasar bebas.

Mau tidak mau para tenaga kerja yang ada di Indonesia harus mengembangkan kualitas dan kompetensinya dalam bekerja agar mampu bersaing dengan tenaga kerja asing. Salah satu caranya dengan mengikuti pelatihan dan sertifikasi yang dilakukan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Sertifikasi ini dapat menjadi pernyataan secara resmi bahwa anda memang berkompeten pada bidang tersebut.

Materi Pelatihan dan Sertifikasi Training of Trainer Level 6

  1. Menerapkan prinsip kesehatan kerja untuk mengendalikan risiko K3.
  2. Membuat peta kompetensi
  3. Merumuskan standar kompetensi
  4. Melakukan pengemasan unit-unit kompetensi
  5. Menentukan kebutuhan pelatihan makro
  6. Menentukan Kebutuhan Pelatihan Mikro
  7. Menyusun program pelatihan
  8. Menyusun modul pelatihan kerja
  9. Mendesain media pembelajaran
  10. Mendesain pembelajaran yang inovatif untuk suatu program pelatihan
  11. Mendesain lingkungan belajar virtual
  12. Merencanakan penyajian materi pelatihan
  13. Mengaplikasikan keterampilan dasar komunikasi
  14. Melakukan presentasi
  15. Melaksanakan pelatihan tatap muka (face to face)
  16. Melaksanakan pelatihan jarak jauh (distance learning)
  17. Membuat perjanjian pemagangan
  18. Melakukan tindakan korektif pelaksanaan pelatihan
  19. Mengevaluasi biaya suatu program pelatihan
  20. Mengevaluasi biaya suatu program pelatihan
  21. Melakukan pengorganisasian SDM pelatihan
  22. Menilai kinerja SDM pelatihan
  23. Mengembangkan database pelatihan
  24. Mengembangkan informasi pelatihan melalui media cetak
  25. Mengorganisasikan asesmen

Tujuan Pelatihan dan Sertifikasi Training of Trainer Level 6

  • Memberikan wawasan standar kompetensi metodologi pelatihan berdasarkan SKKNI kepada
  • Review terhadap kompetensi yang dimiliki dengan SKKNI Bidang
  • Mengisi gap  antara  kompetensi  terkini  dengan  SKKNI  Bidang
  • Memberikan pengakuan kompetensi metodologi pelatihan kepada instruktur melalui sertifikasi kompetensi kerja

Pelatihan dan Sertifikasi Training of Trainer Level 5

 

Instruktur atau tenaga kepelatihan internal di suatu perusahaan maupun instansi memegang peran sangat vital di dalam peningkatan kualitas dan kompetensi sumber daya manusia yang berada pada tempat tersebut. Instruktur atau tenaga kepelatihan internal merupakan penyalur pengetahuan, ketrampilan dan sikap kerja yang diperlukan untuk suatu pekerjaan. Oleh karena itu instruktur industri harus benar-benar dipastikan kompetensinya (salah satunya dengan dibuktikan dengan sertifikat kompetensi) sehingga mampu bekerja sesuai dengan job desk yang ada.

Dengan adanya sertifikasi ini dapat bisa menjadi bukti secara resmi bahwa anda memang berkompeten pada bidang tersebut. Sertifikasi profesi dapat anda peroleh dengan mengikuti pelatihan dan sertifikasi Training of Trainer Level 5 yang ada. PT Catra Indo Group merupakan lembaga yang sudah dipercaya LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) sebagai TUK (Tempat Uji Kompetensi). Dengan adanya BNSP ini diharapkan SDM yang ada di Indonesia dapat lebih maju dan berkembang juga lebih unggul dibandingkan dengan pekerja yang datang dari luar negeri atau yang lebih dikenal dengan TKA (Tenaga Kerja Asing).

Materi Pelatihan dan Sertifikasi Training of Trainer Level 5

  1. Menerapkan Prinsip Kesehatan Kerja untuk Mengendalikan Risiko K3.
  2. Menentukan Kebutuhan Pelatihan Individu
  3. Menentukan Kebutuhan Pelatihan Mikro
  4. Menyusun Program Pelatihan
  5. Merencanakan Penyajian Materi Pelatihan
  6. Mengaplikasikan Keterampilan Dasar Komunikasi
  7. Melakukan Presentasi
  8. Melaksanakan Pelatihan Tatap Muka (Face To Face)
  9. Mengorganisasikan Asesmen
  10. Mengases Kompetensi
  11. Mengembangkan Perangkat Asesment
  12. Memimpin Sistem dan Pelayanan Asesmen
  13. Melaksanakan Evaluasi Asesmen
  14. Memberikan Kontribusi dalam Validasi Asesmen
  15. Memberikan Kontribusi dalam Validasi Asesmen
  16. Melakukan Tindakan Korektif Pelaksanaan Pelatihan
  17. Melakukan Pengorganisasian SDM Pelatihan

 

Tujuan Pelatihan dan Sertifikasi Training of Trainer Level 5

  • Memberikan wawasan standar kompetensi metodologi pelatihan berdasarkan SKKNI kepada
  • Review terhadap kompetensi yang dimiliki dengan SKKNI Bidang
  • Mengisi gap  antara  kompetensi  terkini  dengan  SKKNI  Bidang
  • Memberikan pengakuan kompetensi metodologi pelatihan kepada instruktur melalui sertifikasi kompetensi kerja

 

Pelatihan dan Sertifikasi Training of Trainer Level 4

Program pelatihan dan sertifikasi Training of Trainer Level 4 ini merupakan program pelatihan untuk mendapatkan sertifikasi sebagai bukti pengakuan terhadap kompetensi seorang trainer. Proses sertifikasi ini dilakukan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), LSP yakni lembaga yang sudah mendapat lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Program ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan menyiapkan para peserta pelatihan dan sertifikasi untuk menjadi trainer yang kompeten dan profesional. Materi yang akan diberikan pada pelatihan dan sertifikasi Training of Trainer Level 4 diberikan berdasarkan pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Level 4.

BNSP membuat program ini bertujuan untuk mengembangkan SDM yang ada di Indonesia agar dapat bersaing dengan pasar bebas yang kini sedang diadakan oleh ASEAN. Dengan adanya pasar bebas yang memungkinkan TKA dapat bergerak bebas meniti karir pada negara yang sudah mentandatangani perjanjian tersebut.

Tujuan Pelatihan dan Sertifikasi Training of Trainer Level 4

  • Memberikan wawasan  standar kompetensi metodologi pelatihan berdasarkan SKKNI kepada
  • Review terhadap kompetensi yang dimiliki dengan SKKNI  Bidang
  • Mengisi gap  antara  kompetensi  terkini  dengan  SKKNI  Bidang
  • Memberikan pengakuan kompetensi metodologi pelatihan kepada instruktur melalui sertifikasi kompetensi kerja

Materi Pelatihan dan Sertifikasi Training of Trainer Level 4

  1. Menerapkan Prinsip Kesehatan Kerja untuk Mengendalikan Risiko K3.
  2. Mengaplikasikan Keterampilan Dasar Komunikasi.
  3. Melakukan Presentasi.
  4. Menyusun Program Pelatihan
  5. Merencanakan Penyajian Materi Pelatihan.
  6. Melaksanakan Pelatihan Tatap Muka.
  7. Mengorganisasikan Asesmen
  8. Mengases Kompetensi
  9. Menyusun Modul Pelatihan Kerja
  10. Mendesain Media Pembelajaran
  11. Mendesain Pembelajaran yang inovatif untuk Suatu Program Pelatihan
  12. Mendesain Lingkungan Belajar Virtual
  13. Melakukan Tindakan Korektif Pelaksanaan Pelatihan
  14. Mengembangkan Perangkat Asesmen
  15. Memberikan Kontribusi dalam Pelaksanaan Asesmen
  16. Membuat Peta Kompetensi
  17. Memfasilitasi Pelaksanaan Pelatihan di Tempat Kerja (OJT/Pemagangan)
  18. Memonitor Pelaksanaan Pelatihan
  19. Melaksanakan Administrasi SDM Pelatihan
  20. Mengelola Bahan Pelatihan
  21. Mengelola Peralatan Pelatihan
  22. Membimbing Penerapan Tools dan Teknik Peningkatan Produktivitas

Pelatihan dan Sertifikasi Training of Trainer Level 3

Instruktur atau tenaga pelatihan internal pada suatu perusahaan memegang peran yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas dan kompetensi sumber daya manusia yang berada pada perusahaan / instansi / personal trainer / pengajar. Hal ini dikarenakan melalui instrukturlah terjadi penyaluran informasi, ketrampilan dan sikap kerja yang diperlukan bagi perusahaan tersebut. Instruktur dalam perusahaan harus yang mempunyai kompetensi (yang bisa dibuktikan dengan sertifikat kompetensi) sebelum melakukan tranformasi kepada trainer.

Pada tahap ini instruktur kompeten paling tidak harus mempunyai dua kompetensi, teknis dan kompetensi metodologi. Semua kompetensi ini bisa anda dapatkan dengan mengikuti pelatihan dan sertifikasi Training of Trainer Level 3 ini. Program ini bertujuan untuk menyiapkan peserta dalam mendapatkan sertifikasi kompetensi dari BNSP, materi pelatihan ini diberikan berdasarkan pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Level 3.

PT Catra Indo Grup merupakan perusahaan yang sudah mendapat kepercayaan dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) untuk menjadi Tempat Uji Kompetensi (TUK). Lewat pelatihan ini anda bisa mendapatkan sertifikat yang menunjukkan pengakuan secara resmi bahwa anda kompeten dalam bidang tersebut. Apalagi di era globalisasi dan pasar bebas seperti sekarang ini kita dituntut untuk kompeten dan lebih unggul dibandingkan dengan para pekerja asing.

Tujuan Pelatihan dan Sertifikasi Training of Trainer Level 3

  • Memberikan wawasan standar kompetensi metodologi pelatihan berdasarkan SKKNI kepada instruktur
  • Review terhadap kompetensi yang dimiliki dengan SKKNI Bidang Pelatihan
  • Mengisi gap  antara  kompetensi  terkini  dengan  SKKNI  Bidang  Pelatihan
  • Memberikan pengakuan kompetensi metodologi pelatihan kepada instruktur melalui sertifikasi kompetensi kerja nasional

Materi Pelatihan dan Sertifikasi Training of Trainer Level 3

  1. Menerapkan Prinsip Kesehatan Kerja untuk Mengendalikan Risiko K3
  2. Mengaplikasikan Keterampilan Dasar Komunikasi
  3. Melakukan Presentasi
  4. Merencanakan Penyajian Materi Pelatihan
  5. Melaksanakan Pelatihan Tatap Muka
  6. Mengoperasikan Komputer Tingkat Dasar
  7. Melakukan Rekrutmen Calon SDM Pelatihan
  8. Mengelola Bahan Pelatihan
  9. Mengelola Peralatan Pelatihan
  10. Membimbing Penerapan Tools dan Teknik Peningkatan Produktivitas

Pelatihan dan Sertifikasi Penanggung Jawab Pengelolaan Limbah B3

Seperti yang kita tahu bahwa limbah adalah bahan yang berbahaya dan beracun atau B3 adalah sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung B3. Pengelolaan limbah B3 sangat perlu diperhatikan karena memang dapat berbahaya bagi mahkluk hidup dan lingkungan sekitarnya. Pengelolaan limbah B3 adalah kegiatan yang meliputi pengurangan, penyimpanan, pengumpulan, pengangkatan, pemanfaatan, pengolahan, dan penimbunan limbah D3. Setiap perorangan maupun industri yang menghasilkan bahan berbahaya dan dapat beracun (Limbah B3) wajib melakukan pengelolaan limbah B3 yang dihasilkannya.

Limbah B3 dalam pengolahannya harus dilakukan oleh tenaga kerja yang sudah kompeten di dalam pengerjaannya. Ketenagakerjaan yang mengolah Limbah B3 sudah diatur dalam kemenaker No.191 tahun 2019 halaman 4, bahwa dengan mempertimbangkan risiko yang ditimbulkan tersebut dan memperhatikan mandate peraturan perundang-undangan serta kesepakatan pada Konveksi Stockholm dan Konveksi Minamata, perlu diupayakan agar industri atau kegiatan usaha dapat semaksmal mungkin dapat mengurangi penggunahan bahan berbahaya dan beracun atau yang lebih dikenal dengan B3 atau bahan lainnya yang dapat menghasilkan limbah B3 dan dapat melaksanakan pengelolaan bahan limbah B3 tersebut secara baik dan benar.

Tujuan Pelatihan dan Sertifikasi Penanggung Jawab Pengelolaan Limbah B3

Tujuan utama dari adanya pelatihan dan sertifikasi ini adalah untuk membentuk kinerja penanggung jawab pengelolaan limbah B3 yang kompeten dan mampu mengelola limbah bahan berbahaya dan beracun (Limbah B3) sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Materi Pelatihan dan Sertifikasi Penanggung Jawab Pengelolaan Limbah B3

  1. Melakukan pengurusan perijinan pengelolaan limbah B3
  2. Merencanakan minimasi limbah B3
  3. Melaksanakan minimasi limbah B3
  4. Melakukan penyimpanan limbah B3
  5. Melakukan pemantauan pengelolaan limbah B3
  6. Melakukan evaluasi pengelolaan limbah B3
  7. Menyusun laporan kegiatan pengelolaan limbah B3
  8. Melakukan evaluasi hasil analisis limbah B3
  9. Melakukan pengemasan limbah B3
  10. Melakukan tindakan keselamatan dan kesehatan kerja (K3)

Dengan mempunyai sertifikasi dari BNSP maka kemampuan anda sudah diakui secara nasional bahwa anda kompeten dalam pekerjaan tersebut. Untuk itulah mengapa sertifikasi profesi ini penting.

 

Pelatihan dan Sertifikasi Loading Master

3

Kebutuhan personil pemegang jabatan tenaga teknik khusus yang mempunyai kompetensi kerja standart di bidang industri, sekarang ini makin dirasakan penting karena memang industri sudah padat akan teknologi dan juga modal. Kompetensi yang unggul pada setiap pekerjaan sangat dibutuhkan minimal yang harus dipenuhi adalah pemegang jabatan tenaga teknik khusus (TTK) bidang insudtri. Jabatan tersebut antara lain untuk operasi serah terima komoditi cair atau yang  lebih berhubungan di Dermaga (Loading Master).

Pada standart yang telah ditetapkan oleh Indonesia yakni Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) rumusan kompetensi ini untuk jabatan tenaga teknik khusus Loading Master yang disusun menggunakan benchmark RCMS (Regional Model Of Competency Standart) berdasarkan permintaan pasar (Stakholder)

Tujuan Pelatihan dan Sertifikasi Loading Master

Tujuan utama dari diadakannya pelatihan ini adalah diperolehnya pengakuan secara nasional bahwa kinerja yang dilakukan memang kompeten di bidang Loading Master melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Sebab dengan adanya sertifikat ini berarti secara resmi kemampuan anda telah diakui secara kompeten pada bidang pekerjaan anda. kompeten salam melakukan pekerjaan dan tugas-tugas sesuai dengan unit kompetensi yang sudah tercantun dan berdasar pada Standart Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

Materi Pelatihan dan Sertifikasi Loading Master

  1. Melakukan komunikasi di lingkup pekerjaan
  2. Menerapkan K3LL di lingkup pekerjaan
  3. Menverifikasi kualitas komoditi cair
  4. Menverifikasi hasil pengukuran komoditas cair
  5. Menverifikasi kuantitas komoditas cair
  6. Memeriksa sarana dan fasilitas muat (Loading) / bongkar
  7. Melaporkan hasil kegiatan muat (Loading) / bongkar (unloading)
  8. Merekomendasikan keputusan muat (Loading) / bongkar (unloading) berdasarkan dokumen muatan
  9. Memecahkan permasalahan kegiatan muat (loading) / bongkar (unloading) berdasarkan dokumen muatan

Melalui sertifikasi ini diharapkan SDM yang ada di Indonesia menjadi lebih berkembang dan maju. Pelatihan ini ditujukan untuk  meningkatkan kompetensi dan kemampuan dalam bidang yang sudah dituju.

Pelatihan dan Sertifikasi Auditor Energi Industri

Beberapa waktu belakangan ini kompetensi kerja dan efesiensi sangat diperlukan dalam upaya peningkatan daya saing usaha contohnya pada auditor energi. Seiring pembangunan ekonomi, sekarang ini permintaan energi pada pasar industri semakin meningkat pesat. Namun pada kenyataanya energi industri belum dapat mengikuti pertumbuhan permintaan yang setiap tahunnya bertambah sebesar 7 %. Kondisi pertumbuhan yang seperti inilah yang dapat menyebabkan kesenjangan antara sisi permintaan dan penyediaan energi, yang berujung pada terjadinya krisis energi pada beberapa wilayah.

untuk itulah sebagai upaya pengembangan diadakannya jabatan Auditor Energi Industri yang mengacu pada SKKNI yang dirumuskan dengan kepada Surat Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 614 Tahun 2021 Tanggal 27 September 2021. Surat Keputusan tersebut berisi Tentang Standart Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Sektor Jasa Profesional, Ilmiah dan Teknis lainnya Sub Sektor Jasa Konservasi Energi Bidang Manajemen Energi untuk Jabatan Kerja Auditor Energi Industri dan Bangunan Gedung.

Tujuan Pelatihan

Tujuan utama dari program training dan sertifikasi ini adalah diperolehnya pengakuan secara nasional melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dengan ini anda tidak di ragukan lagi bahwa anda memiliki kemampuan yang profesional di bidang yang sedang anda geluti sekarang.

Dengan adanya sertifikasi kompetensi dari BNSP maka pemegang sertifikat secara resmi telah diakui kompeten di dalam pekerjaan/tugas-tugas sesuai dengan unit kompetensi yang tercantum di dalam sertifikat kompetensi tersebut yang mengacu kepada Standart Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI)

Materi Pelatihan

  1. Menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
  2. Menyiapkan Proses Audit Energi
  3. Melakukan Survei Lapangan
  4. Melakukan Analisis Data Survei Lapangan
  5. Membuat Laporan Audit Energi

Pelatihan dan Sertifikasi Audit Internal Pangan

Di era yang serba modern seperti sekarang ini banyak sekali ditemukan kualitas pangan yang rendah bahkan sampai menimbulkan keracunan di sekitar kita yang dapat membahayakan. Bahkan kasus keracunan masih sering di jumpai pada negara maju sekalipun.

Penjaminan mutu dan keamanan pangan dapat terselenggara secara efektif jika organisasi rantai pangan dalam produksi menerapkan sistem keamanan pangan dan pengawasan internal keamanan pangan yang dilakukan oleh audit internal pangan.

Pengolahan pangan harus sesuai dengan standart yang sudah ditetapkan, hal ini merupakan tugas seorang auditor makanan yakni menganalisis jika terjadi peristiwa keracunan apabila makanan tersebut berasal dari makanan yang dikonsumsi yang sistem pengerjaannya tidak sesuai dengan standart yang berlaku. Dalam rangka memastika kualitas personel audit internal pangan yang sesuai dengan standart kompetensi yang telah ditetapkan oleh SKKNI Nomor 618 Tahun 2006

Pelatihan dan Sertifikasi Audit Internal Pangan ini memiliki beberapa tujuan dalam  pelaksanaanya sehingga nantinya dapat terarah dan bermanfaat bagi para peserta yang mengikuti, adapun beberapa tujuan yang dimaksudkan adalah sebagai berikut :

  1. Mampu meningkatkan nilai dari personel melalui bukti bahwa kompetensi yang dimiliki diakui oleh negara
  2. Meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap perusahaan yang diwakili
  3. Mampu menciptakan kesetaraan kompetensi profesional bidang pangan dengan negara lain untuk memudahkan transaksi perdagangan global

Materi yang ada di dalam pelatihan ini meliputi beberapa yakni :

  1. Mengelola program audit/ inspeksi/ asesmen keamanan pangan
  2. Melaksanakan audit/ inspeksi/ asesmen keamanan pangan
  3. Melakukan validasi penerapan program keamanan pangan
  4. Melakukan verifikasi penerapan hazard analysis critical control point (HACCP)